yang selesai diketik pukul dua puluh tiga lewat dua puluh tujuh menit
Ada yang melabuh ke laut
pernah pintar menyebut kawan
pun kini belajar tekun melubangi sampan.
Aku, bulan di tangan-tangan yang melambai itu.
Tertusuk runcing jejarum waktu,
menyimak kepunahan yang mahir belaka
menerbangkan perihal kenang mengenang satu persatu
kepada mereka yang bernasib sial
seperti pecah pada lagu balonku.
Kalian barangkali,
tinggal saja di rabun mata
sampai kelak kupegang erat sebelum telak hilang itu rupa.
pernah pintar menyebut kawan
pun kini belajar tekun melubangi sampan.
Aku, bulan di tangan-tangan yang melambai itu.
Tertusuk runcing jejarum waktu,
menyimak kepunahan yang mahir belaka
menerbangkan perihal kenang mengenang satu persatu
kepada mereka yang bernasib sial
seperti pecah pada lagu balonku.
Kalian barangkali,
tinggal saja di rabun mata
sampai kelak kupegang erat sebelum telak hilang itu rupa.
Komentar
Bagus2 disini puisinya :')