dik
Di malam rambut itu
Betapa tabah cinta akan memutih di cerlang matamu
Yang berwajah telaga penuh kecup gerimis yang beribadah
Lantas, biar saja kutekun di bawah rindang kala
Menunggu hujan ranum puisi yang gemar tergantung
Pun begitu sibuk merawat perkara indahnya jatuh yang kelak berkali-kali
Dik, akhirnya, jatuh kepada hidupmu
Barangkali sebut saja aku semakin mahir berkarat saja
Betapa tabah cinta akan memutih di cerlang matamu
Yang berwajah telaga penuh kecup gerimis yang beribadah
Lantas, biar saja kutekun di bawah rindang kala
Menunggu hujan ranum puisi yang gemar tergantung
Pun begitu sibuk merawat perkara indahnya jatuh yang kelak berkali-kali
Dik, akhirnya, jatuh kepada hidupmu
Barangkali sebut saja aku semakin mahir berkarat saja
Komentar
btw, aku sudah follow blogmu. follow back blog saya yaa. terimakasih :)
http://www.adinarisdayanti.blogspot.com/
@ adina risdayanti: sudah saya follow balik yh, dan sebelumnya trm ksh utk knjungannya :-D
@ vina devina: terima kasih :-D