cerita sebelum makan
Dari tempat tidur kini engkau menuju lagi pasar
Diburunya selalu telur senyum itu yang siap ditetas ketika langit selesai berwarna jingga
Dan itu pintu kembali melapangkan luas pelukan selamat datang
Kepada aku, lelaki yang pulang dari pergi menjual nasib
Di mangkuk itu
Betapa hangat daun-daun jatuh hijau semata
Belaka mencuri sedikit rasa laut
Memanen lapar yang sepatutnya belum
Sementara, selagi sendok dan piring sibuk aku tukar bunyinya
Mata itu tiba-tiba tumbuh begitu tabah rerimbun pohon
Yang teduhnya mengubah segala esok atas kemarau
Yang barangkali cukup untuk aku bernaung pun kesedihan biar menghapus dirinya sendiri
Diburunya selalu telur senyum itu yang siap ditetas ketika langit selesai berwarna jingga
Dan itu pintu kembali melapangkan luas pelukan selamat datang
Kepada aku, lelaki yang pulang dari pergi menjual nasib
Di mangkuk itu
Betapa hangat daun-daun jatuh hijau semata
Belaka mencuri sedikit rasa laut
Memanen lapar yang sepatutnya belum
Sementara, selagi sendok dan piring sibuk aku tukar bunyinya
Mata itu tiba-tiba tumbuh begitu tabah rerimbun pohon
Yang teduhnya mengubah segala esok atas kemarau
Yang barangkali cukup untuk aku bernaung pun kesedihan biar menghapus dirinya sendiri
Komentar