catatan untuk lalu

terlalu banyak dupa ditebar belaka dalam madu mulut itu 
lalu sesak kemudian aroma nama-nama yang entah siapa 
di bidik pada hari jauh sunyi
lalu kalian menepuk dada, 
pongah mengaku tulang rusuk yang hilang 
menjelma jadinya ialah punyamu
lalu diam paling jurang itu telak tersurat untuk jantungmu 
pun para kebanyakan 
lalu terkekeh-kekeh ia hingga bulan menahun di luar jendela
lalu cerita merah jambu melulu semerbak 
dan dimangsa bidak terkecoh bulat-bulat 
lalu siapa gerangan yang di tuju 
sebelum kata lalu dalam puisi ini tak mujur, 
kau celaka semisalnya. 




Komentar

Postingan Populer