pertemuan tanpa nama
Seperti terduga
Meramal arah matanya mematuk
Senyum itu adalah nektar percuma
Melulu melengkung pada bibir bulan sabit muda
Jauh semakin tak jemu ketika segelas cokelat panas berhasil mengecup itu bibir yang urung melarung nama
Dan sewaktu nota tercekik
Diam-diam dari belakang kubalut itu tubuh dengan sepotong doa sebelum panas kopi di cangkir ini menggigil dan ia menganut dalam hilang
Komentar