mencarimu di dalam kamar
Aku melantang
Ini temaram kutunjuk sebagai musim panen wajahmu kurasa
Tiap pandang terjatuh, tersungkur tanpa ampun kutemukan kamu percuma
Pada kusam dinding, langit-langit, reyot daun jendela, ketiak pintu, tumpukan novel-novel cengeng, hingga apapun yang sudah tersepuh hitam raya
Terdakwa indah atasmu senantiasa
Ini temaram kutunjuk sebagai musim panen wajahmu kurasa
Tiap pandang terjatuh, tersungkur tanpa ampun kutemukan kamu percuma
Pada kusam dinding, langit-langit, reyot daun jendela, ketiak pintu, tumpukan novel-novel cengeng, hingga apapun yang sudah tersepuh hitam raya
Terdakwa indah atasmu senantiasa
Ketika lengkung teduh di tepian bibir bergincu itu terbit
Aku berujar dalam relung pilunya malam
Aku berujar dalam relung pilunya malam
"Kelak, aku akan menemukanmu sekali lagi."
Lalu, malam, bulan, bintang pun aku semakin terjatuh
Padamu tanpa mengenal titik
Hingga
Komentar