terakhir
Hari itu kala senja mulai tersengal-sengal
Jarak itu tipis sekali
Larut meluncur ungu
Riang entah esok
Namun peduli setan bila aku kamu sanggup bersetubuh pada lembar puisi tanpa semai titik belaka
Peluh menyatu
Nafas memburu
Rindu, habis sudah di perjamuan sembunyi-sembunyi
Kitapun semringah mabuk menuju asmaraloka
Larut
Larut
Semakin
Pintamu pecah mengharu biru
Bergema hingga ke lubuk
Ingatku, itu yang terakhir
Jarak itu tipis sekali
Larut meluncur ungu
Riang entah esok
Namun peduli setan bila aku kamu sanggup bersetubuh pada lembar puisi tanpa semai titik belaka
Peluh menyatu
Nafas memburu
Rindu, habis sudah di perjamuan sembunyi-sembunyi
Kitapun semringah mabuk menuju asmaraloka
Larut
Larut
Semakin
"Bisa peluk aku sedikit lebih erat! Lebih dekap, dari peluk yang sudah-sudah"
Pintamu pecah mengharu biru
Bergema hingga ke lubuk
Ingatku, itu yang terakhir
Komentar
sesama korban para pengcopas kita dong ndri huwaaaaahhh
sebarkan2!
@ vmee : hihihi gitu yh ?, btw trm ksh ^_^
@ exort : bukan bro, hanya sekedar kisah fiktif belaka...hehe lg belajar bikin cerita fiktif ^_^
@ mbak fanny : iya mbak kebetulan lg ingin menulis yg tema2 sedih nih, btw klo inget sm pangeran, sok atuh ditelp...hehe ^_^
@ zasachi : hehe...nggak tau tuh za, knp bisa jd yg terakhir...^_^
@ ninda : hahaha...pinjem selimutny dnk, kbtlan di sini selimutny lg di cuci semua nind...^_^
@ noveni : trm ksh...^_^
@ fairysha : hehehe...kebetulan lg ingin menuliskn tema perpisahan cha, tp seperti biasa ini hanya kisah fiktif ajh (lg belajar) ^_^