di ayodya, aku terselamatkan
Aku di jalan kini di taman, Ayodya tepatnya
Saban hari mengobral nafas sembarang
Mencarimu tanpa sadar merangkak di ketiak petang
Hingga renta hitam mengental langit percuma tergelincir
Sewaktu diri berkali-kali terhisap taring penat
Kuyup bersimbah kecut peluh pun roboh sejajar pusara hari dengan nama-nama berbeda pula
Perlahan dalam lubuk teguhku kamu meredup
Kejam sekarat, digusur lain betina tanpa ampun
Sejak itu, aku terselamatkan
Saban hari mengobral nafas sembarang
Mencarimu tanpa sadar merangkak di ketiak petang
Hingga renta hitam mengental langit percuma tergelincir
Sewaktu diri berkali-kali terhisap taring penat
Kuyup bersimbah kecut peluh pun roboh sejajar pusara hari dengan nama-nama berbeda pula
Perlahan dalam lubuk teguhku kamu meredup
Kejam sekarat, digusur lain betina tanpa ampun
Sejak itu, aku terselamatkan
Komentar
dan merasa bahagia dengan pilihannya?
hehehe....^_^
@ exort : hehehe...bukan bro, ini tentang betina lagi ^_^
@ fairysha : hehehe...lebih tepatnya tentang penantian dan penemuan cinta baru cha...^_^
@ noveni : hahaha...menurut cerita sih begitu ven, tp lau tau kan "just fiktif" ^_^
@ sajak pagi : hehehe...terima kasih mbak utk pujiannya ^_^
akhirnya sampai dirumah virtual shbtku, apa kabar pak guru ?
tidakkah kau sadari tulisanmu kian dalam dan indah ?
rindu tulisanmu,dan rindu sahabatku 'nope' juga....:(
http://laraspalupi.blogspot.com/2011/07/hello-blogger-im-back-again-d.html
silahkan diambil yaaa :)
@ senja : ibu guruuuuu apa kabar ? kangeeennn....^_^
alhmdlh kbr saya baik bu, btw tulisan saya bisa seperti ini krn banyak belajar sm ibu jg kan...^_^
btw kpn yuk ketemuan sm nope jg...^_^
@ soulful : aduh laras terima kasih sangat2 yh...ok saya langsung meluncur ^_^