catatan #79
Malam ini aku ingin berbisik semesra mungkin. Semesra hembusan kipas angin renta, yang sedang menyibak lembut riak rambutku. Lembut, macam jemarinya dahulu ketika menyemai kata-kata "sayang dan bangga" terhadapku. Tepat di atas ubun-ubunku.
"Bu, selamat hari ibu. peluk rindu dan cinta untuk Ibu. Selamanya."
Bisikku pun meleleh di kedalaman isak. Melamurkan pandangan di hadapan lembar fotonya. Luruh, tersedu sedan.
"Bu, selamat hari ibu. peluk rindu dan cinta untuk Ibu. Selamanya."
Bisikku pun meleleh di kedalaman isak. Melamurkan pandangan di hadapan lembar fotonya. Luruh, tersedu sedan.
Komentar
ikut meleleh tangisku.. andai kubisa membuat kata2 semanis 'celoteh jemarimu'..
trm ksh dh mampir...^_^
lama aku tak kau panggil 'ibu'
ibu yang membangunkanmu dari mimpi serammu
sini anakku, ...
peluk hangat ibu selalu ada untukmu :-*
"...for my mom...love u forever..."
Cintanya adalah seperti
sebuah pulau di laut hidup,
besar dan luas
Sebuah, tempat tinggal yang damai tenang
Dari angin, hujan, air pasang.
'Tis terikat di utara oleh Harapan,
Dengan Kesabaran di Barat,
Dengan Counsel tender Selatan
Dan di Timur oleh Istirahat.
Di atasnya seperti cahaya mercusuar
Iman bersinar, dan Kebenaran, dan Doa;
Dan thro 'adegan perubahan kehidupan
Saya menemukan sebuah tempat di sana.