catatan #34
Ketika hujan dan terik menyapa kau mendekatiku
Berteduh pada keberadaanku
Tak perduli, apakah kau telah mengotori lantaiku atau tidak
Bahkan binar-binar kebahagiaan pernah tumbuh dan merekah disini
Begitu pula dengan guguran kesedihan yang kemarin terangkum
Tumpah ruah menjemput simpatikku
Entah apa yang membuatku mampu menerima keberadaanmu
Entah apa yang membuatku mampu membujuk diriku sendiri
Untuk segera melepas pembalut luka di hati
Mungkin karena semilir nafasmu yang telah menidurkan logikaku
Membisikkan untaian harapan
Menyamarkan kabut keraguan yang kemarin membumbung ciptakan sesak
Namun kini
Setelah aku mulai terbiasa menjamu dirimu di hari-hariku
Kau memilih untuk menobatkanku hanya sebagai peristirahatan sementaramu saja
Yang setelah berakhirnya terik dan hujan
Kau akan pergi meninggalkanku tanpa mengecap, satu patah kata pun
Melanjutkan ketidak jelasan pencarianmu hingga jauh, menuju sembarang arah
Berteduh pada keberadaanku
Tak perduli, apakah kau telah mengotori lantaiku atau tidak
Bahkan binar-binar kebahagiaan pernah tumbuh dan merekah disini
Begitu pula dengan guguran kesedihan yang kemarin terangkum
Tumpah ruah menjemput simpatikku
Entah apa yang membuatku mampu menerima keberadaanmu
Entah apa yang membuatku mampu membujuk diriku sendiri
Untuk segera melepas pembalut luka di hati
Mungkin karena semilir nafasmu yang telah menidurkan logikaku
Membisikkan untaian harapan
Menyamarkan kabut keraguan yang kemarin membumbung ciptakan sesak
Namun kini
Setelah aku mulai terbiasa menjamu dirimu di hari-hariku
Kau memilih untuk menobatkanku hanya sebagai peristirahatan sementaramu saja
Yang setelah berakhirnya terik dan hujan
Kau akan pergi meninggalkanku tanpa mengecap, satu patah kata pun
Melanjutkan ketidak jelasan pencarianmu hingga jauh, menuju sembarang arah
Komentar
makasih..
salam kenal, nice blog.. :)
btw blog mbak juga nice, apalg postingan2nya...^_^
terima kasih yh sdh berkunjung...^_^