catatan #10
Aku berjalan kurang lebih 27 tahun sudah. Menapaki kerikil-kerikil yang menusuk telapak tujuanku. Membawaku menuju ke arah pandanganku yang terselubung warna abu-abu. Membuatku sulit membedakan mana yang hitam dan mana yang putih karena sering kali aku menglumrahkan semuanya dengan semua pengertiaanku, tanpa memperdulikan-Mu.
Maafkan aku untuk setiap musim yang ku jalani. Maafkan aku untuk setiap detik yang ku biarkan mengurai. Untuk kali ini hanyutkanlah aku di arus-Mu. Biarkan aku terbawa menuju hilir kaum sufi.
Ilaahii anta maqshuudii wariddhooka mathluubi a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka
Yang lebih dulu sampai menuju-Mu. Yang lebih dulu menyiapkan istana suci di hati, untuk-Mu beserta tuanku.
Laa Ilaaha Illallooh
Sayyidunaa Muhammadur Rasuullohi shollalloohu ‘alahi wasallam
Izinkan aku bermesrahan dengan-Mu dengan air mata di setiap sujudku.
Astaghfirullooh al-ghofuuror rohim
Astaghfirullooha robbii min kulli dzanbin wa atuubu ilaih
Terimalah taubatku terimalah ibadahku. Untuk-Mu, Sang Pemilik seluruh hidupku ini
Komentar