catatan #57

Kamu dengan bangganya mengatakan, dulu. Merayu telingaku hingga memerah. Memaksaku menyimak kisah-kisah tentangnya yang heroik. Tak jarang senyuman serta tangisan, kau sandingkan dalam satu altar. Membuat riuh sejenak atap imajinasiku. Hingga energi dalam ponselku pun sekarat, lalu merangkak menemui pusaranya. Dalam hati selalu bertanya, adakah kisah tentangnya selain dulu yang patut untuk dibanggakan?

Komentar

Unknown mengatakan…
membaca yg lama2 lagi.
andri K wahab mengatakan…
@ sang cerpenis : silakan mbak, boleeeehhhh...^_^
bos,,, keren jg puisiny,,,
pmberi smangat orang2 galau nih..
andri K wahab mengatakan…
@ just rian : hahaha...serius tuh bro, padahal yg nulis biangny galau nih...btw trm ksh utk komentarny ^_^

Postingan Populer